Labuan Bajo, Radarflores.com- Tak hanya serius bekerja sebagai anggota Polri, Kombes Pol Julisa Kusumowardono ternyata juga punya hati yang tulus untuk membantu pendidikan masyarakat.
Sebagai ekspresi kecintaannya, ia kemudian membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berlokasi di Pulau Seraya Besar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sekolah non formal dengan nama 'PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo' tersebut berdiri pada 9 Juli 2020 lalu. Saat itu, Kombes Pol Julisa Kusumowardono menjabat sebagai Kapolres Manggarai Barat.
Keputusan untuk membuka 'PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo' muncul setelah Julisa melakukan kunjungan kerja di Pulau Seraya Besar. Saat kunjungan kerja, Perwira Polisi yang lahir di Jakarta 4 Juli 1976 itu menemukan banyak anak di pulau-pulau seputar Labuan Bajo yang putus sekolah. Banyak juga warga setempat yang meminta membangunkan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Atas dasar itulah, PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo didirikan, terutama untuk mengakomodasi para siswa putus sekolah, yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Tidak hanya itu, PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo juga dapat membantu masyarakat di pulau yang tidak bisa membiayai anaknya ke tingkat SMA di kota. Sebab, sekolah ini tanpa biaya kepada siswa alias gratis.
"Di samping itu saya berpandangan kalau sampai anak-anak di pulau putus sekolah sangat disayangkan karena di tengah perkembangan Labuan Bajo yang pesat terutama dalam pengelolaan wisata lautnya, pendekatan dengan pendidikan bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya di pulau dalam pengelolaan yang berkelanjutan," ungkap Julisa kepada wartawan, Sabtu (02/09/2023).
Mantan Kapolres Mabar tahun 2017-2019 itu mengatakan, dengan adanya PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo anak-anak yang bersekolah tetap bisa membantu orangtuanya, serta dapat menggapai cita-cita mereka sesuai dengan yang diimpikan.
"Alhamdulillahnya sekolah ini bisa berjalan dengan dukungan dari berbagai pihak baik Dinas Pendidikan Manggarai Barat, rekan-rekan guru honorer di pulau-pulau dan juga Kades dan perangkatnya serta masyarakat," ujar pria yang sudah 25 tahun mengabdi sebagai anggota Polri itu.
Julisa berharap PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo bisa menjadi jalan keluar bagi anak-anak pulau yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita dan memperbaiki kondisi daerah.
Meski tidak lagi bertugas di Labuan Bajo Manggarai Barat, Julisa akan tetap memperhatikan sektor pendidikan di daerah itu dengan mendirikan lagi PKBM lainnya di pulau-pulau seputar Labuan Bajo.
"Saya ke depan juga ingin menambah berdirinya PKBM-PKBM lainnya di pulau-pualu untuk bisa memberikan akses pendidikan di wilayah pulau yang sulit diakses pendidikan sehingga dengan demikian bisa memberikan harapan bagi anak-anak di pulau untuk meraih cita-cita dan bisa membangun kampung dan wilayahnya," kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 itu.
Meski berbentuk lembaga pendidikan non formal, Julisa menyebut, soal kualitas pendidikan menjadi target utama agar anak-anak kepulauan bisa mendapat layanan pendidikan yang layak.
Ia dan istrinya dr. Wita Widyaningsih berkomitmen penuh membiayai sekolah ini dari awal hingga berjalan saat ini. Yang dalam perjalanannya dibantu koneksi donatur dan bantuan dana hibah pendidikan dari Pemda Mabar.
Selain memikirkan soal nasib anak-anak usia sekolah di kepulauan, Julisa juga memikirkan nasib para guru honorer di pulau dengan merekrutnya sebagai tutor di sekolah tersebut.
"Harapannya guru-guru honor tersebut bisa terbantu secara finansial dari upah mengajar yang diberikan setiap bulannya," pungkas Julisa.
Diketahui, PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo baru-baru ini telah meluluskan 24 siswa angkatan pertama.
PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo sendiri merupakan lembaga penyelenggara pendidikan luar sekolah dengan format pendidikan non formal.
Kepala Sekolah PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo Yuan Asani mengatakan, angkatan pertama yang lulus sebanyak 24 siswa gabungan antara siswa Pulaurang, dan pulau Seraya.
"24 siswa itu kini sudah dinyatakan lulus usai melaksanakan dua model ujian kelulusan yaitu Ujian Pendidikan Kesetaraan dan Uji Kesetaraan (UK) 2023/2024," ujar Yuan kepada wartawan, Jumat (01/09/2023).
Yuan menjelaskan, dengan lulusnya 24 siswa tersebut, masih ada 34 siswa yang masih aktif belajar di PKBM Indonesia Mengabdi Labuan Bajo.
"Jumlah tersebut gabungan antara siswa yang naik kelas XII dan kelas XI, serta siswa baru kelas X," tambahnya. [RF]