Labuan Bajo, Radarflores.com – Etape ke-10 Tour de EnTeTe 2025 yang menempuh rute sejauh 136 kilometer dari Ruteng menuju Labuan Bajo pada Minggu, 21 September 2025, menjadi ajang pembuktian stamina para pembalap sekaligus memperlihatkan keelokan lanskap Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jalur ini disebut sebagai salah satu lintasan paling menantang sekaligus memesona sepanjang rangkaian balapan. Medan beraspal mulus membelah kontur pegunungan Flores, dihiasi tanjakan dan turunan curam yang menguji fisik para pebalap.
Namun setiap kilometer yang dilalui menyuguhkan panorama luar biasa, yaitu sawah terasering yang menghijau, hutan tropis yang lebat, lembah luas berhawa sejuk, dan pemandangan laut biru yang sesekali muncul di kejauhan.
Salah satu peserta asal Malaysia, Iswan, mengaku jalur ini memberi pengalaman berbeda dalam karier balapnya.
“Dari Ruteng ke Labuan Bajo adalah rute yang paling menantang bagi saya. Karena banyak tanjakan dan turunan. Aspalnya bagus, tidak ada masalah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keikutsertaannya tidak semata untuk bertanding.
“Pemandangannya oke. Saya datang ke sini bukan hanya balap, tapi juga menikmati keindahan di NTT,” ujarnya.
Etape ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyebut Tour de EnTeTe sebagai momentum strategis untuk mengenalkan potensi wisata daerah.
“Kita jadikan ajang ini sebagai agenda tahunan. Tahun ini merupakan cikal bakal dimulainya Tour de EnTeTe. Kami berharap, tahun depan dan seterusnya, finish tetap di Labuan Bajo,” kata Edistasius.
Penyelenggaraan yang sukses tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur. Kepala Satuan Kerja PJN 3 NTT, Aan Marandius menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan di jalur yang dilalui peserta.
Langkah itu meliputi penutupan lubang, pengecatan marka jalan, pemotongan rumput liar, hingga pembersihan material longsor yang sempat mengganggu ruas jalan.
Di akhir perlombaan, Youcef Reiguigui dari tim Madar Pro Cycling berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Emanuel Def Samonte, disusul Ronnilan Villa Quita di tempat ketiga.
Lebih dari sekadar kompetisi, etape Ruteng–Labuan Bajo menjelma menjadi perjalanan yang memadukan adrenalin balapan dengan pesona alam khas Flores. Tour de EnTeTe 2025 tak hanya menggerakkan roda sepeda, tapi juga promosi pariwisata yang menggairahkan. [RF]