Larantuka, Radarflores.com- Kelompok Koalisi Pangan Baik yang terdiri dari lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia meningkatkan kapasitas kesadaran tentang isu perubahan iklim global bagi sejumlah milenial dari Kabupaten Lembata dan Flores Timur.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 03-05 Juni 2022, dihadiri pengurus Yayasan KRKP, Ayu Tani Mandiri, KEHATI, dan Yaspensel di Aula Wisma Don Bosco Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Fasilitator Said Abdullah dari KRKP Bogor mengatakan, keterlibatan orang muda akan menjadi pioner di tengah masyarakat dalam melaksanakan program konservasi lingkungan untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim.
Untuk memantik partisipasi peserta, Abdullah menerapkan teknik fasilitasi dalam bentuk games menarik, mulai dari sesi perkenalan hingga membuat gambar impian bertajuk kondisi lingkungan yang asri dan sejuk.
"Ini salah satu pikihan teknik fasilitasi sehingga diskusinya lebih santai dan happy. Kalau diskusinya santai otomatis pesertanya lebih mudah terima materi," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (04/06/2022).
Setelah pelatihan peningkatan kapasitas, kata dia, semua peserta akan menanam pohon di sekitar kawasan mata air di Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni.
Aksi nyata tersebut sebagai implementasi dari kegiatan sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 05 Juni.
"Besok semua peserta tanam dua jenis tanaman di sekitar hutan dan lokasi mata air. Kebetulan besok bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia," ucapnya.
Hendrik Watokola, salah satu peserta dari Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur mengaku senang selama mengikuti proses diskusi. Ia bersama timnya sudah mulai menanam bambu di desanya.
"Saya senang sekali. Kami di Kawalelo giat menanam bambu dan semua masyarakat sangat antusias," katanya.
Untuk diketahui, kelompok Koalisi Pangan Baik terdiri dari lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di antaranya, Kehati, KRKP, Ayu Tani Mandiri, Yaspensel, Ayo Indonesia. Kegiatan ini didukung Hivos dari Belanda sebagai lembaga donatur.
Kontributor: Paul Kabelen