Larantuka, Radarflores.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) pada Kamis, 3 April 2025.

Pertemuan ini membahas pengembangan Koperasi Merah Putih, yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Koperasi Merah Putih bertujuan untuk melindungi petani dan nelayan dari praktik-praktik tengkulak yang sangat merugikan,” ujar Melki.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar uang lebih banyak berputar di desa, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Lebih lanjut, Melki menekankan pentingnya peran kepala desa dalam mengawasi distribusi barang.

“Saya minta agar kepala desa menjaga pintu masuk agar pedagang tidak leluasa menentukan harga seenaknya,” tegasnya.

Selain itu, Melki juga mengingatkan kepala desa untuk menghindari dendam politik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap pelayanan publik dapat berjalan dengan adil dan merata, tanpa adanya intervensi politik.

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengajak para kepala sekolah dan tenaga pendidik di Flores Timur untuk mendukung Program Pendampingan Siswa Menuju Seleksi Masuk Perguruan Tinggi.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi SMA/SMK se-NTT dalam menghadapi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (UTBK), TNI/Polri, dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025.

“Kita harapkan anak-anak kita bisa siap secara wawasan dan mental,” jelasnya.

Usai rapat dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Melki Laka Lena menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr.

Kemudian, ia melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi camp-camp pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. [RF]