Bajawa, Radarflores.com - Keluarga Besar Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Paket Murni menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ngada oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 20 Februari 2025.
Pelantikan ini membawa harapan besar bagi masyarakat Ngada, khususnya dalam program aksi konkret seratus hari pertama yang dijalankan oleh pasangan Murni, Ray Bena dan Berny Dhei.
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa mengungkapkan harapan-harapan tersebut seiring dengan kebijakan yang akan diimplementasikan di Ngada.
Tiga poin penting menjadi fokus utama dalam program aksi mereka:
Pertama, pemberantasan trafficking dan pemberian paspor resmi untuk pekerja migran.
Padma Indonesia, kata Gabriel, mendukung penuh upaya untuk menyelamatkan warga Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Ngada, dari jaringan perdagangan manusia.
Kerja sama dengan Gubernur NTT, Kementerian Imigrasi, dan Pemasyarakatan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pekerja migran asal Ngada mendapatkan dokumen resmi seperti paspor dan tidak terjerat jalur ilegal.
Dalam program seratus hari pertama, diharapkan 50 paspor resmi dapat diberikan kepada pekerja migran yang telah lulus pelatihan kerja dan memiliki sertifikat kompetensi.
Kedua, dukungan finansial melalui pembukaan rekening di Bank NTT. Program ini juga mencakup pemberian kesempatan bagi pekerja migran asal Ngada untuk membuka rekening di Bank NTT.
Ini menurut Gabriel, bertujuan untuk memfasilitasi mereka dalam menyimpan remitansi dan tabungan investasi untuk masa depan setelah kembali ke tanah air.
Tabungan tersebut akan dapat digunakan sebagai modal untuk membuka usaha seperti kuliner internasional, usaha jasa pariwisata, salon, bengkel otomatis, hingga sektor pertanian dan perikanan, sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Ketiga, pembekalan kemampuan dan perlindungan hukum untuk pekerja migran. Padma Indonesia berharap agar 50 pekerja migran yang terpilih diberikan pembekalan dalam kemampuan bahasa asing, pengenalan hukum, budaya negara tujuan, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Selain itu, mereka juga akan dibekali pengetahuan untuk menjadi duta pariwisata NTT dan misionaris awam yang akan berkolaborasi dengan misionaris asal NTT yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Gabriel menegaskan, program aksi ini merupakan langkah awal menuju rebranding pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ngada, agar mereka menjadi pekerja migran yang unggul, legal, dan berkontribusi pada pembangunan pariwisata serta promosi budaya NTT di tingkat internasional.
"Melalui program Murni ini, kami percaya pekerja migran asal Ngada akan berperan aktif sebagai duta pariwisata NTT yang membawa kebaikan dan kemajuan, serta menjadi teladan bagi generasi mendatang," ujar Gabriel. [RF]