Ruteng, Radarflores.com - DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Manggarai menggelar Musyawarah Anggota Pertama (Maperta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) di GMIT Imanuel Ruteng, Rabu 3 Desember 2025 malam.

Kegiatan ini berlangsung di bawah pengawalan DPD GAMKI NTT dan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo beserta jajaran, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, unsur Forkopimda, hingga Ketua Klasis Flores Barat Pendeta Mega Manggoa.

Bupati Manggarai Herybertus Nabit dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas konsistensi GAMKI dalam membangun ruang pembinaan bagi pemuda Kristen. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat membutuhkan kehadiran pemuda sebagai kekuatan strategis untuk mendorong kemajuan daerah.

"Saya hadir di sini untuk menyaksikan proses Maperta dan Konfercab DPC GAMKI Manggarai. Kita membutuhkan para pemuda Kristen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Manggarai," ujar Bupati Hery.

Ketua Klasis Flores Barat, Pendeta Mega Manggoa, menegaskan bahwa kerja sama antara Sinode GMIT dan DPD GAMKI NTT harus diimplementasikan secara konkret oleh GAMKI di tingkat cabang.

"GAMKI punya MoU dengan Sinode GMIT, mulai dari program tanam air dan pohon hingga pelatihan literasi. Ini yang kami harapkan dari orang muda Kristen menjadi solusi nyata bagi gereja dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah, bukan hanya sebatas kata-kata," tegasnya.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo mengingatkan bahwa Manggarai memiliki potensi ekonomi yang luar biasa mulai dari kopi, kakao, vanili hingga pariwisata yang seharusnya dapat digarap oleh pemuda gereja.

"Manggarai adalah lumbung kopi, kakao, vanili, dan pariwisata. Pemuda gereja harus jadi pelaku utama ekonomi, bukan hanya penonton. GAMKI Manggarai harus menjadi motor penggerak wirausaha muda Kristen yang mandiri dan memberkati," ucap Winston.

Ia menambahkan bahwa sinergi menjadi kunci pembangunan Manggarai ke depan.

"Kita akan terus mempererat kerja sama dengan Pemkab Manggarai, Klasis GMIT, Sinode, dan organisasi kepemudaan lintas iman. Manggarai yang maju adalah Manggarai yang dibangun bersama, tanpa membeda-bedakan suku dan agama," tutupnya.

Penulis: Isno Baco