Ruteng, Radarflores.com - Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi Kabupaten Manggarai yang dirangkaikan dengan penyerahan hibah kendaraan operasional kepada lima desa binaan di Sky Teras, Senin 3 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Desa Binaan Imigrasi sebagai garda terdepan dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan migran (TPPM), khususnya di tengah tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Dr. Soroha Manulang, menyampaikan bahwa penyerahan hibah kendaraan operasional kepada desa binaan tersebut merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia.

Hibah kendaraan diberikan kepada lima desa binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan penguatan peran desa dalam memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat.

Menurut Soroha, program Desa Binaan Imigrasi dirancang dari bumi Flores, Nusa Tenggara Timur. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.

“Kabupaten Manggarai memiliki potensi besar, di samping tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat yang harus dilaksanakan secara kolaboratif,” ujarnya.

Masyarakat juga terus didorong untuk mengikuti prosedur resmi apabila hendak bekerja ke luar negeri serta meningkatkan kesadaran terhadap hukum keimigrasian. Edukasi di tingkat desa dinilai penting agar masyarakat memahami risiko keberangkatan secara nonprosedural dan memilih jalur migrasi yang aman dan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, menyampaikan bahwa Kabupaten Manggarai memiliki potensi besar dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Namun, kondisi tersebut perlu diikuti dengan edukasi dan pendampingan agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri dapat menempuh jalur resmi dan aman.

Bupati Hery meminta para kepala desa untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai pendekatan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Kepada para kepala desa, mari kita menjangkau wilayah yang lebih luas dengan berbagai pendekatan. Sosialisasi kepada masyarakat bisa dilakukan melalui pendekatan berbasis KBG,” ujar Bupati.

Menurutnya, faktor ekonomi dan kemiskinan menjadi salah satu pemicu masyarakat memilih untuk bekerja ke luar negeri. Karena itu, pencegahan TPPO dan TPPM membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah desa, dengan memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta jajaran Imigrasi yang telah memberikan perhatian dan dukungan melalui program Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Manggarai.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, kata Bupati Hery, menyambut baik program tersebut dan berharap keberadaan Desa Binaan Imigrasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hukum dan mencegah keberangkatan tenaga kerja secara nonprosedural.

Adapun lima desa yang memperoleh hibah kendaraan operasional yakni Desa Wae Ajang, Desa Wae Ri’i, Desa Belang Turi, Desa Papang, dan Desa Lando.

Kendaraan operasional tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas Desa Binaan Imigrasi, terutama dalam menjangkau masyarakat, melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan memperkuat upaya pencegahan TPPO dan TPPM di tingkat desa.

Penulis: Isno Baco