Kupang, Radarflores.com- Kasus kematian Sebastian Bokol alias Tian mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta masih menjadi misteri.
Sebelumnya, jasad Tian ditemukan di kali kering sekitar Tempat Pekuburan Umum (TPU) Liliba, Kelurahan Liliba, RT 045/RW 16, Kecamatan Oebobo, Kupang pada 2 Agustus 2022 lalu. Korban diduga dibunuh lalu dibakar oleh pelaku.
Tian berasal dari Kampung Homba Karipit, Dusun IV, Desa Homba Karipit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Kasus kematian ini menyita perhatian banyak pihak, salah satunya Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia.
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia Gabriel Goa mendesak Polres Kupang Kota segera menangkap pelaku dan aktor intelektual di balik kasus dugaan pembunuhan terhadap Tian.
"Kami juga mendesak Komisi III DPR RI agar mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri, Kapolda NTT dan Kapolresta Kupang Kota," ujar Gabriel dalam keterangan yang diterima awak media, Sabtu (6/4/2024).
Tidak hanya itu, ia juga mendesak DPRD NTT agar segera mengadakan RDP dengan Kapolda NTT. Begitu pula, DPRD Kota Kupang agar segera mengadakan RDP dengan Kapolres Kupang Kota.
"Kami pun mendukung total aksi solidaritas kemanusiaan yang digalakkan oleh kelompok Cipayung Plus, pers dan pegiat HAM untuk mendesak Kapolda NTT dan Kapolres Kupang Kota untuk segera tangkap dan proses hukum pelaku dan aktor intelektual penyebab kematian tragis SB putra Tana Humba," tutup Gabriel. [RF]