Kupang, Radarflores.com Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin pagi, 17 Juli 2025.

Dalam amanatnya, Johni menekankan pentingnya pengabdian ASN kepada negara dan masyarakat.

"Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara bukan sekadar jargon, tapi prinsip yang harus dipegang teguh setiap ASN," ujar Johni.

Ia merujuk pada salah satu butir dalam Panca Prasetya Korpri yang dibacakan saat apel, yakni mendahulukan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Salah satu contoh konkret yang disorotnya adalah kebiasaan ASN memarkir kendaraan secara sembarangan di sekitar kantor pemerintahan saat apel gabungan berlangsung.

Menurut Johni, tindakan tersebut mencerminkan kurangnya kesadaran sebagai pelayan publik.

"Kalau kita parkir di pinggir jalan, gunakan seperempat badan jalan saja. Jangan sampai aktivitas masyarakat terganggu karena kita," katanya.

Selain sikap rela berkorban, mantan perwira tinggi Polri itu juga menekankan pentingnya disiplin sebagai nilai utama dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Ia menyebut disiplin bukan hanya syarat keberhasilan, tetapi juga cerminan keteladanan bagi generasi muda.

"ASN itu pamong, pelayan, penuntun, sekaligus panutan masyarakat. Tanpa disiplin, kita kehilangan nilai dasar itu," ujarnya.

Di akhir amanatnya, Johni juga menyinggung isu strategis terkait Energi Baru Terbarukan (EBT), yang menurutnya harus dipahami secara komprehensif oleh ASN.

Ia menjelaskan bahwa energi alternatif seperti panas bumi (geotermal) merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab krisis energi fosil yang semakin menipis.

"Geotermal adalah sumber daya yang baik dan ramah lingkungan. Bila ada kekurangan dalam prosesnya, akan kita benahi bersama. Tapi pada dasarnya ini adalah solusi jangka panjang untuk kebutuhan energi kita," ujarnya.

Johni pun mengajak seluruh ASN untuk menjadi juru penerang bagi masyarakat terkait program-program pemerintah, termasuk pemanfaatan EBT.

"ASN harus tahu, paham, dan mampu menjelaskan kebijakan pemerintah dengan benar. Edukasi publik juga bagian dari tugas kita," tutupnya. [RF]