Larantuka, RF - Selain menawarkan menu makanan andalan, Konga Resto Cafe (KRC) juga menyuguhkan spot persawahan yang instagramable.
Berada di pinggir Jalan Trans Larantuka-Maumere, tepatnya di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Tumur, membuat KRC jadi pilihan tepat para pelaku perjalanan saat menjajal arah barat Pulau Flores menuju Kota Larantuka.
Fransiskus Emanuel Teluma, pemilik KRC mengatakan, restorannya itu kerap diburu sejumlah pasangan muda. Mereka umumnya datang menyeruput segelas kopi sambil berselfi ria berlatarbelakang sawah yang menghampar luas dan gugusan bukit cantik.
"Saya mulai bangun tahun 2020. Kebanyakan pengunjung itu para pelaku perjalanan. Ada juga anak muda yang datang berfoto ria," ujarnya sambil menyeduh segelas kopi yang dipesan wartawan, Selasa (10/05/2022).
Di KRC, pengunjung bebas menikmati keindahan sawah instagramable, sambil ditemani geliat petani desa yang sibuk bercokol dari pagi hingga petang.
"Ada mie biasa, mie telur, dan Kopi. Buka dari pagi pukul 08.00 sampai malam, tergantung jumlah pengunjung," terangnya.
Frans bercerita, jumlah pengunjung mulai menurun drastis saat pandemi Covid-19. Ia hanya mengandalkan masyarakat setempat yang jumlahnya pun bisa terhitung jari.
"Covid-19 memang masalah besar adik. Kondisi ekonomi masyarakat berpengaruh terhadap daya beli, termasuk jumlah pengunjung di tempat usaha kami," kisahnya.
Ia menambahkan, tata ruang Konga Resto Cafe dibiarkan terbuka menghadap sawah. Lantaran tak terhalang apapun, pengunjung yang bersantai lebih leluasa merasakan sejuknya hembusan angin.
"Saya sengaja buat tempat ini terbuka, supaya pengunjung bisa makan dan minum sambil melihat alam terbuka. Yah, biar kesannya lebih enak dan nyaman," jelasnya.
Raymundus Hugo, salah satu pengunjung yang mampir bersama pasangannya Putry Nabila mengatakan, persawahan di Konga Resto Cafe bagus untuk tempat selfie.
"Saya sering singgah kalau ke Larantuka. Suasananya sejuk bikin saya dan pacar betah. Setelah dari sini, kami ambil foto di tepi jalan karena latarnya menghadap bukit dan Gunung Lewotobi," sanjungnya.
Wilfridus, pengunjung lainnya mengaku betah saat menikmati kopi di KRC. Sosok sopir peramah itu menambahkan, dengan hadirnya KRC dapat membantu pengendara yang suntuk akibat melakoni perjalanan jauh.
"Saya sebagai sopir pasti senang. Apalagi kalau jalan jauh pasti ngantuk. Makanya harus ada tempat ngopi bagus seperti ini, biar pelaku perjalanan bisa istirahat sejenak," katanya.
Selain itu, lanjut Wilfridus, udara sejuk yang hinggap di tubuh pengunjung mampu membangkitkan segudang isnpirasi.
"Kita bisa temukan inspirasi. Jadi, habis foto langsung eksis di media sosial," ungkapnya.
Kontributor: Paul Kebelen