Borong, Radarflores.com-Fasilitator nasional Program Sekolah Penggerak (PSP), Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M.Pd  menegaskan tentang kewajiban sekolah untuk mengakses Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai rujukan dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah sesuai semangat Kurikulum Merdeka.

Hal itu disampaikan Mantovanny saat kegiatan Lokakarya  Perencanaan Pembelajaran 2 Program Sekolah Penggerak di Hotel Embun Pagi Borong, Manggarai Timur, Kamis (17/11/2022).

Ia mengatakan, penguasaan guru-guru terhadap berbagai menu dalam PMM menjadi salah satu indikator dari berjalannya Kurikulum Merdeka dan hal ini berdampak pada nilai rapor pendidikan dari sekolah yang bersangkutan.

Bila dilihat secara holistik dan sistemik, selain sebagai dasar untuk melihat nilai rapor pendidikan sekolah, rapor pendidikan kabupaten dan provinsi, juga berakumulasi pada nilai rapor secara nasional.

Dengan demikian, pengaruh dari PMM, selain berdampak pada isian nilai rapor dan kinerja sekolah, tetapi juga berpengaruh langsung pada kinerja pendidikan di kabupaten, provinsi dan nasional.

Mantovanny menegaskan, bila banyak tanda merah di berbagai menu aktivitas sekolah pada PMM, bisa jadi akan berdampak buruk pada kinerja sekolah.

"Nah, takutnya, bila nilai rapornya rendah, mungkin saja akan berpengaruh pada keberlanjutan status sekolah sebagai Sekolah Penggerak. Hal ini bisa berdampak pada hal-hal lain, seperti pengurangan atau pembatalan Bantuan Operasional Sekolah-Kinerja (BOS-kin) pada tahun-tahun berikutnya," katanya.

Menurut dia, perlu ada pikiran dan tindakan antisipatif terkait dengan hal ini, dengan cara meningkatkan keaktifan dan intensitas guru-guru dalam mengakses dan mengisi ruang-ruang belajar pada fitur PMM.

Pada dasarnya isiannya sesuai dengan pengalaman praktik riil yang sudah dijalankan di sekolah dengan berbagai bukti pendukung seperti dokumen narasi-deskrispi, perangkat ajar, dokumentasi foto/video, testimoni, dan hasil gelar karya peserta didik.

Pada Platform Merdeka Mengajar (PMM), setidaknya sudah tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.

Misalnya, pada fitur mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri.

Fitur asesmen murid yang dikembangkan pada platform ini, bertujuan membantu Guru dan Tenaga Kependidikan dalam melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat, sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

Intinya, PMM telah menyediakan banyak referensi bagi guru dalam mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Menurut dosen filsafat dan sosiologi pendidikan Unika St. Paulus RUteng ini, PMM memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada.

Fitur Belajar pada PMM memberikan fasilitas pelatihan mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri.

Bagian-bagian dari fitur Belajar adalah Video Inspirasi. Fitur ini memberikan kesempatan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas, yang pada ujungnya mengembangkan mutu komptensi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

PMM mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Fitur lainnya adalah Berkarya, di mana fitur ini menyediakan ruang ‘Bukti Karya Saya’.

Ruang ini disediakan untuk berbagai praktik baik guru-guru terkait dengan pengalaman baik saat pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Guru dan Tenaga Kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi sehingga guru dapat maju bersama.

"PMM mampu menjadi partner guru dalam IKM dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi. Konten-konten yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memberikan pemahaman saat implementasi dan pembelajaran di sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka,” jelas Mantovanny. [RF]